You need to enable javaScript to run this app.

SMAN 1 Paciran Perkuat Pilar Ketahanan Pangan Jawa Timur Melalui Inovasi Pertanian Sekolah

  • Kamis, 07 Mei 2026
  • Jurnalistik SMAPA
  • 1 komentar
SMAN 1 Paciran Perkuat Pilar Ketahanan Pangan Jawa Timur Melalui Inovasi Pertanian Sekolah

 

PACIRAN, LAMONGAN – Isu krisis pangan global yang menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Jawa Timur di bawah komando Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, direspon cepat oleh SMA Negeri 1 Paciran (SMAPA). Melalui program "Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan", sekolah ini bertransformasi menjadi pusat edukasi agrikultur modern yang menyinergikan kurikulum akademik dengan praktik lapangan yang berkelanjutan.

Program ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap visi Gubernur Jawa Timur dalam menjadikan provinsi ini sebagai lumbung pangan nasional yang mandiri. SMAPA mengambil peran strategis dengan mengedukasi generasi Z agar memiliki literasi pangan yang kuat serta keterampilan teknis yang mumpuni.

Integrasi Kurikulum dan Praktik Organik

Kepala SMAN 1 Paciran, Heny Karjanto, S.Pd., MM., dalam keterangannya menyampaikan bahwa ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab sektor pertanian semata, melainkan harus dimulai dari institusi pendidikan.

"Kami ingin mengubah stigma bahwa pertanian adalah sektor tradisional. Di SMAPA, kami menerapkan metode inovatif. Siswa diajarkan bagaimana mengolah lahan secara efektif, dimulai dari proses pencampuran pupuk organik secara mandiri. Ini adalah kunci agar kita tidak bergantung pada pupuk kimia yang mahal dan tidak ramah lingkungan," jelas Heny Karjanto saat meninjau langsung proses penanaman bibit di area sekolah.

Edukasi ini mencakup beberapa tahap krusial yang diikuti oleh siswa:

Produksi Nutrisi Mandiri: Proses pengolahan sisa organik menjadi pupuk berkualitas tinggi.

Manajemen Lahan: Optimalisasi lahan sekolah yang semula tidak produktif menjadi kebun percontohan.

Kolaborasi Lintas Generasi: Guru dan siswa bekerja berdampingan, menciptakan ekosistem kerja sama (kolaborasi) yang solid dalam setiap tahap penanaman.

 

Sinergi dengan Program Double Track Jawa Timur

Sebagai salah satu penyelenggara program SMA Double Track, SMAN 1 Paciran memiliki keunggulan dalam memberikan sertifikasi keahlian bagi siswanya. Fokus ketahanan pangan ini diselipkan sebagai salah satu pilar kewirausahaan (entrepreneurship). Harapannya, lulusan SMAPA yang tidak melanjutkan ke perguruan tinggi sudah memiliki modal keahlian untuk membuka usaha tani modern atau industri pengolahan pangan di wilayah Lamongan dan sekitarnya.

Langkah ini diapresiasi sebagai upaya konkret dalam menekan angka pengangguran terbuka di Jawa Timur sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal.

 

Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026: Mengundang Inovator Muda

Seiring dengan penguatan program inovatif ini, SMAN 1 Paciran juga secara resmi membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Sekolah mencari calon peserta didik yang memiliki visi besar untuk berkembang dan berkontribusi bagi masyarakat.

"SMAPA bukan hanya tempat mencari nilai, tapi tempat membangun masa depan. Kami mengundang adik-adik lulusan SMP untuk bergabung dalam keluarga besar SMAPA, sekolah yang memadukan prestasi akademik dengan inovasi nyata seperti ketahanan pangan ini," tambahnya.

 

Bagikan artikel ini:

1 Komentar

"Gagasan & Rekor: Program SIKAP merupakan gagasan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur yang diresmikan oleh Gubernur Jatim di SMKN 1 Plosoklaten, Kediri. Program ini memecahkan rekor MURI sebagai pelopor sekolah inovatif ketahanan pangan terbanyak.Fokus Program: Mengubah lahan tidur atau tidak produktif di sekolah menjadi pusat pertanian dan perikanan yang produktif. Tujuan: Menanamkan kemandirian pangan, jiwa kewirausahaan, dan cinta lingkungan sejak dini pada generasi muda."
07 May 2026 11:34 Anita ika mulyani

Beri Komentar

Heny Karjanto, S.Pd., M.M.

- Kepala Sekolah -

Assalamu'alaikum wr.wb. Puji syukur kepada Alloh SWT, Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan anugerahNya sehingga website...

Berlangganan
Banner